    |
|
|
Kota sirkus
Oleh : Bambang Udoyono Aku berasal dari sebuah kota kecil di lereng gunung Merapi di Jawa Tengah. Kotaku meskipun kecil tapi indah. Di pusat kota banyak sekali bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang masih tegak. Gedungnya besar, halamannya luas anggun dan bersih. Di tengah kota ada sebuah alun alun dengan bangunan masjid yang anggun di sebelah baratnya. Di waktu kecil dulu ke sanalah aku sering diajak bapak pergi salat jum’at. Di alun alun itu setiap tahun sering ada pasar malam. Aku masih ingat dengan sangat jelas ketika bapak mengajakku bersama ibu dan seorang kakakku perempuan untuk mengunjungi pasar malam itu. Bapak suka mengajak kami nonton wayang orang kesukaannya. Ada tiga kelompok wayang orang kesukaan bapak. Ada Sri Wedari, Cipto Kawedar dan Ngesti Pandowo. Saking seringnya nonton wayang orang aku jadi hapal banyak sekali lakon wayang baik dari Mahabarata maupun Ramayana. Tapi yang paling sering main di kotaku cuma Cipto Kawedar. Sejak kecil aku sudah suka dengan wayang wong. Pertama karena pakaian mereka yang mencolok dan aneh aneh. Ada buto (raksasa) yang biasanya berbadan besar, bermuka merah dan sangar, berambut panjang dan gimbal, suaranya keras dan kasar, jogednya juga demikian. Pokoknya seram. Ada juga monyet yang tidak kalah aneh walaupun tidak menyeramkan. Ada monyet putih namanya Anoman. Ada monyet biru namanya Anila. Ada monyet merah bernama Anggodo. Dan ada juga anak buahnya puluhan monyet kecil hitam. Seni tarinya juga menarik bagiku terutama yang gagah. Dulu aku tidak suka dengan tarian Arjuna yang klemar klemer. Sampai sekarang aku masih suka dengan tari dan musiknya. Setelah lulus kuliah aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Kata orang Jakarta adalah kota terpadat di Indonesia. Konon penduduknya waktu itu sampai sekitar tujuh juta orang. Tapi setelah aku sampai di Jakarta ternyata manusianya sedikit aku jarang sekali bertemu dengan manusia. Aku justru sering bertemu dengan banyak sekali binatang dan raksasa yang dulu sering aku tonton di pertunjukan wayang orang dan wayang kulit. Di jalanan banyak sekali monyet mengendarai sepeda motor dan mobil. Ada juga anjing yang bekerja menjadi sopir angkot dan bus kota. Tapi ada juga binatang dan raksasa yang menganggur. Mereka cuma berkumpul sesamanya, mabuk dan memeras orang. Ada juga banyak macan dan serigala. Di mana - mana mereka memangsa sesamanya, binatang lain dan manusia. Sering ada pertengkaran sesama binatang atau raksasa dan juga tawuran. Ada juga binatang dan raksasa pemakan segala seperti tikus, dan rayap. Mereka memakan jalan, gedung, buku sekolah, seragam sekolah dan sebagainya. Akibatnya jalanan banyak yang bolong. Buku dan seragam sekolah jarang dan banyak yang rusak. Banyak juga gedung ambruk dan jembatan ambrol karena dimakan rayap dan semut dan tikus. Tikus buaaaanyaaaaak sekali ! Mereka bisa naik mobil dan motor tapi ngawur ! Bisa juga naik pesawat terbang, nonton tv dan makan di rumah makan ! Inilah kota sirkus terbesar di dunia ! Para binatang dan raksasa itu selain kurang berakal juga kurang beradab. Mereka banyak yang menderita sakit jiwa dan berbagai penyakit fisik. Banyak yang rabun. Sungai dan selokan mereka kira keranjang sampah. Mereka sering sekali dengan enak saja membuang sampah di kali dan selokan, padahal mereka tinggal di sisi selokan atau kali itu. Dengan enak saja mereka tidur dan bahkan makan di sebelah selokan itu sambil duduk ala kera, kakiknya dinaikkan satu dan tentu saja dengan tanpa memakai baju. Kemampuan mereka membaca juga aneh. Mereka mampu membaca uang dan iklan segala macam barang dan layanan. Tapi kalau peraturan, perintah, berita, himbauan dan semacamnya mereka tidak akan mampu membacanya. Itulah sebabnya hal hal semacam itu harus dibacakan dengan berteriak. Tidak heran semua binatang dan raksasa di sini setiap hari berteriak. Para kernet baik yang manusia, raksasa maupun binatang setiap hari harus berteriak menawarkan jurusan yang akan dilaluinya. Setiap hari dari pagi sampai malam di terminal para hewan itu dengan lantang berteriak : ’Jakarta , Jakarta ! Jogja langsung ! Kedua jenis mahluk itu tidak mampu membaca rambu lalu lintas. Selain tidak mampu membacanya mereka juga rabun sehingga tidak mampu melihatnya. Tidak heran kalau lampu lalu lintas tidak ada yang mentaati. Di kotaku sampai sekarang lampu itu masih ditaati. Tapi di sini para hewan dan raksasa itu tidak melihat dan tidak mampu membacanya jadi ya setiap hari terjadi pelanggaran. Suatu hari aku pernah naik motor lantas berhenti di prapatan karena ada lampu merah menyala. Tapi belum lama aku berhenti aku sudah digonggong oleh anjing besar berambut panjang dan bertato yang menyopir mikrolet di belakangku. Aku tidak paham bahasanya, mana paham aku bahasa anjing, tapi dari ekspresinya aku tahu kalau anjing itu sedang marah dan barangkali mabok, jadi aku cepat cepat minggir saja. Para hewan dan raksasa itu juga suka mabok. Setiap hari di jalanan, rumah, pos kamling, dan sebagainya mudah saja kau lihat banyak anjing, serigala, tikus, macan kecil macan besar, raksasa kroco dan raksasa tokoh pada mabok. Hewan dan raksasa klas bawah membeli minuman keras klas kambing yang banyak dibikin oleh kambing. Para kambing di bawah pimpinan bandot sudah terkenal dengan usaha membuat minuman keras dan obat buat mabok. Tikus terkenal kecerdikannya. Aku tahu merekalah yang suka makan jembatan, gedung jalan dan sebagainya sehingga banyak yang rusak dan bahkan ambrol. Tapi susah sekali menangkap mereka. Seringkali aku membereli lem tikus lalu aku beri umpan agar dia embat lantas terjebak di lemnya. Tapi setiap kali aku bangun pagi hari melihat lemku aku jadi heran, jengkel marah sama mereka. Betapa tidak ? Umpannya kena tapi lemnya utuh. Lain kali aku coba dengan jerat tikus. Sama saja hasilnya. Aku coba lagi dengan racun, malah kecoa yang mati. Aku jadi bingung sekarang. Sampai sekarang aku belum tahu bagaimana caranya membasmi para tikus keparat yang suka nyolong berbagai harta benda. Sekarang aku tulis UU buat tikus, aku taruh dengan lem di tembok ruang makan di mana banyak tikus suka nyolong, eh ada preman yang mengancam agar UU ini dibatalkan. Aku bandel. Dia datang lalu UU tikus itu dirobek robeknya. Aku kuatir di masa depan partai tikus akan menang pemilu, sebab para hewan itu suka sekali pada partai tikus. Aku pernah datang kepada lurah hewan untuk memberi masukan dan usulan. Dia adalah seekor gorila yang pandai senyum. Tapi ketika aku sowan dia galak sekali. Para pengawalnya berbagai macam hewan, ada macan, singa, ular besar, gorila besar, gorila kecil, dan tidak lupa juga tikus besar. Mana tahu aku bahasanya . Aku jadi bingung. aku sapa dengan bahasa Indonesia dia cuma bilang :’arrrrrrrrgh !’. Aku pakai bahasa Jawa karena dia pintar senyum seperti orang Jawa, dia cuma melotot. Lalu aku tanya dengan bahasa Inggris, dia cuma menggertak. Aku omong Prancis : ‘Parlez Vous Francaise ?’. Ternyata dia mampu menyahut dengan baik : Uik , Uik ! Agaknya dia suka aku ngomong Prancis maka aku lanjutkan saja ngomong Prancis panjang lebar. Aku usul agar mendatangkan pawang hewan dari Eropa atau Amerika agar mengajari para binatang itu membaca dengan lengkap, dan bekerja dengan baik. Aku yakin ada banyak sekali lowongan kerja sebagai pawang di sini. Dibutuhkan pawang anjing, serigala, macan, tikus, dan entah apa lagi. |
|
 |
|
PLEASE VISIT THE CONTRIBUTOR'S WEBSITE
No reactions yet.
Please login or sign up to rate this intel.
Please login or sign up to add a comment.
The copyright for this content entitled "Kota sirkus" has been specified by the contributor as:
All Rights Reserved
This content may not be copied, distributed or adapted by anyone under any circumstances.
|
 |
May, 2012
2008
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2009
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2010
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2011
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2012
January, February, March, April, May
|
|
Not a member yet?
Qondio is a powerful network for making it online. If you have a website to
promote, we can help.
Sign up and get in on the action.
|
|
Welcome to Qondio! Discover the awesome power this network can deliver by going to our About page. Or you could skip straight to the Sign Up form.
|
|